Perjalanan saya kali ini boleh di bilang perjalanan yang lumayan berat dan penuh tantangan!bagaimana tidak..?Bukan hanya saya tapi kami berlima yang terdiri dari Andy Bidu,Mbak ibenq,Sahara,Andik Gundul serta Saya sendiri harus berkendara sepeda motor Berkilo-kilo dan Bermil-mil panjangnya demi mewujutkan impian mendaki Gunung Lawu.Tadinya sih pengen naik bus aja tapi waktunya mepet dgn jam kerja dan di perkirakan sampai Kota Magetan pagi(tentu itupun jelas bakalan tidak ada angkutan sama sekali ke Best Camp Cemoro Sewu)Akhirnya kami berlimapun memutuskan Bersepeda Motor saja"Biar ada Seninya yo..Friend"kelakar si andik gundul.
(istirahat sejenak di kota nganjuk)
Berangkat dari Surabaya malam hari sekitar pukul 08:30 dan sempat kehujanan sampai kehabisan bensin selama di perjalanan(Untung ada yg nolong),hingga akhirnya pukul 04:00 subuh kami sampai juga di cemoro sewu(Pos utama sebelum kita mendaki),So jam segitu begitu sepi sekali karena memang letaknya di Lereng Gunung Lawu Nan tinggi.Tapi sekali lagi beruntungnya kami La kok yo Ada warung Yang masih aja buka 24 jam to bro..(hehehe)Naah di situlah kami rehat sejenak sembari Minum kopi,Priepare2,sekalian nanya2 pada si pemilik warung,"Waah kalau jam segini masih pada tidur mas..mending sepedanya di parkir di sini saja dan mas-mas langsung Naik"Ujar Bapak pemilik warung ini."Memang tidak papa pak ijinya belakangan..?"tanyaku."Oh tidak papa Mas..,sampeyan ninggal KTP Biar nanti saya serahkan sama yang jaga pos perijinan"Papar bapak ini.dan akhirnya kamipun nitip KTP plus Motor sama si Pemilik warung tersebut.
(Nyruput Dulu Ah..hehehe)
Dengan Berbekal informasi yang minim dan brosur rute pendakian dari internet maka nekatlah kami berlima memulai pendakian melewati pos Cemoro Sewu.
(Gerbang Utama Pos Cemoro Sewu)
Gunung Lawu sendiri merupakan Gunung yang sudah tidak aktif lagi dan terletak diantara dua propinsi yaitu propinsi Jawa tengah dan propinsi Jawa timur.Gunung Lawu mempunyai Tiga puncak yang terkenal sangat mistis serta penuh dengan hal2 yang Ghoib!Yaitu~Hargo Dumilling:Di yakini sebagai tempat pemoksaan(meninggal dengan cara menghilang)Ki Sabdopalon yg merupakan abdi raja prabu Bhrawijaya.
Yang kedua Hargo Dalem:Yang di yakini masyharakat setempat sebagai tempat Pemoksaan Prabu Bhrawijaya pamungkas itu sendiri.
Puncak tertinginya bernama Puncak Hargo Dumilah:Sebuah tempat paling tertinggi di Gunung Lawu yang di tandai dengan sebuah monumen dengan ketinggian sekitar empat meteran lah,hargo dumilah adalah sebuah tempat yang penuh misteri yang sering di pergunakan sebagai ajang kemampuan Olah Batin dan meditasi.
(Pose Dulu bro..Hahaha..)
Konon Kabarnya Gunung Lawu ini Merupakan Pusat kegiatan Spiritual ditanah jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi&budaya keraton itu ditandai dengan selalu adanya upacara adat LABUHAN setiap Bulan Syuro(Muharam)Yang diadakan Oleh Keraton Yogyakarta.Dan di sini pula ada petilasan presiden prtama kita ir.soekarno,Makanya jangan heran jika teman2 sedang mendaki lawu akan sering berpapasan Para peziarah yg mempunyai penampilan kas dari pada para pendaki umumnya.
(Foto Di Antara Kebun Wortel)
Sebagai Pecinta Alam tentu kami sadar betul Hal-hal ataupun idiologi-idiologi spiritual seperti itu,tapi dengan Doa pada ALLOH SWT serta pengalaman kami sebagai pendaki dan Tanpa Mengurangi Penghormatan pada kepercayaan mereka Nyatanya kamipun bisa Beriringan menggapai puncak Gunung lawu.(Pos 1 wesen2 berjarak kurang lebih 1,9 km dari pintu utama cemoro sewu)
Sebenarnya ada dua jalur resmi untuk sampai ke puncak utamanya yaitu jalur Cemoro Kandang(jawa tengah)dan Lewat jalur Cemoro Sewu(Di jawa timur)Uniknya kedua jalur ini hanya berjarak 2 km aja,Tapi kami memutuskan lewat Cemoro Sewu saja karena lebih dekat dari kota kami.Meskipun jalur ini sangat penuh dengan tanjakan dan sulit sekali mendapatkan Air sepanjang perjalanan.
(Berbekal Brosur ambil dari internet!hihihi)
Lewat Cemoro Sewu kami melewati beberapa shalter,menuju pos 1 jalanya sedikit landay dan enak karena melewati teduhnya hutan cemara dan ladang2 milik penduduk setempat.Tapi selepas dari pos 1 menuju ke pos-pos berikutnya sampai shalter sendang drajat kami di paksa harus menanjak terus dengan berpeluh keringat karena harus melewati tangga2 dari batu yg tertata rapi sambil menggendong Tas Carier yang super Berat!(hadeeh!!hehehe)
(Gunung sebelah mulai kelihatan tuh..)
Setelah sekitar 8 jam kami berjalan sampailah akhirnya di shalter sendang drajat,letaknya persis di jalur menuju Puncak Utama dan Hargo Dalem,Di Lokasi inilah kami memutuskan mendirikan tenda,karena selain dekat dengan puncak tertinggi(Hargo Dumilah)Lokasi ini juga terdapat Banyak Air(sendang drajat),Pondok peziarah serta warung tertiggi sepulau jawa(hehee).(Sendang Drajat 3.171 M.Dpl)
Aroma Mistis begitu terasa di shalter ini,mulai Aroma dupa yang menyengat hingga kejadiaan2 yang agak aneh termasuk diantaranya Beberapa foto kami yang nggak nampak(nggak jadi),sering menjumpai seekor burung yang bagus sekali(seolah-olah menyapa),Di hajar badai(hujan disertai angin yg kenceng sekali)di malam harinya,hingga berjumpa Orang tua(saat perjalanan ke cemoro sewu)yg sedang berjalan sendirian di tengah kegelapan malam tanpa membawa alat penerangan sedikitpun!.
(Di Dalam Tenda Nan Nyaman Lagi Makan Sore Bersama)
Pada pagi harinya Cuaca begitu Cerah setelah semalaman di guyur hujan,Nampak di atas sana mentari nampak malu2 menampakan dirinya,burungpun bernyanyi menyambut pagi ini,dekat tendaku tak kuduga sudah banyak berdiri tenda2 baru(kapan datangnya yah?hihihi).saat yang paling bagus untuk mendaki kepuncak utamanya yang memang begitu jelas terlihat dari tempat kami mendirikan tenda,setelah sekitar 20 menit kami berjalan menelusuri lereng bukit(sempat mampir deket hargo dalem)Alhamdulillah akhirnya sampailah kami berlima di puncak tertinggi Gunung Lawu(hargo dumilah)di situ begitu ramai sekali para pendaki yg sudah nyampe duluan.(Puncak Tertinggi Hargo Dumilah 3.265 M.Dpl)
Setelah Puas Kami berfoto2 Ria kembalilah kami ke tenda untuk berkemas dan melanjutkan pulang kebawah,serunya dalam perjalanan turun kami berjuma dengan bapak2 tentara yang lagi diklat dan latihan militer,malahan kami sempat berfoto dan diajak berfoto sama pak komandanya loh bro..(keren kan..hehehe)Ah capek juga ya nulis!sampai disini dulu ya catatanku kali ini kawan..lain lagi di sambung lagi,tidak lupa ucapan trimakasih pada ALLOH SWT yang sudah melindungi kami pergi hingga pulang kembali,ke empat temen saya atas kekompakanya,bapak&ibu warung di desa cemoro sewu atas pertolongan serta infonya serta keluarga besar mbak ibenq yang sudah menjamu kami dengan sangat baik dan ramah sekali..(trimaksih pecel madiunya ya mbak..nikmat sekali loh..hehehe)semoga Alam Lawu selalu terjaga dan tetap Lestari..!!di bawah ini ada beberapa foto silahkan Teman2 menikmati indahnya gunung lawu.
SELAMAT DATANG SAHABATKU
SELAMAT DATANG SAHABATKU
Senin, 07 Maret 2011
Rabu, 02 Maret 2011
SEMALAM DI GUNUNG PENANGGUNGAN
Banyak yang bilang gunung ini adalah replika gunung semeru,itu dikarenakan memang bentuknya gunungnya terutama puncaknya hampir sama persis dengan puncak mahameru di lumajang sana,meskipun ketinggianya cuma 1.659 M.Dpl tapi jangan salah bro..anda mungkin yang sudah terbisa mendaki akan sedikit meremehkan penanggungan,tapi boleh di coba deh tanjakkanya dijamin!bikin dengkul cenut-cenut!hihihi..
(nampak di atas penanggungan di lihat dari jalan raya gempol pasuruan)
Saya sendiri sudah merasakan bagaimana tanjakkan gunung yang berada di wilayah kabupaten mojokerto dan pasuruan jawa timur ini,sebenarnya ada dua jalur umum yg bisa di lewati untuk sampai puncak utamanya yaitu jalur Tamiadjeng di trawas, jolotundo dan jalur sumbersuko di sebelah timur,memutuskan berangkat malam hari waktu itu kami cuma berlima yaitu Si ika,mas bolot,cap wimpy,dan saya sendiri sedangkan si Entong nyusul di belakang karena urusan kerjaan.
Dengan diiringi hujan deras plus petir kami berempat naik angkutan umum dan turun di kawasan industri pandaan,Di luar dugaanku teryata untuk sampai ke desa terahir sebelum kita masuk hutan penanggungan kami harus berjalan kaki dulu melewati pabrik2 serta beberapa desa yang jauhnya minta ampun!sempat istirahat lama karena nunggu si Entong di Mbok dawet sebuah warung di desa sumbersuko,setelah nunggu sampai jam 01,00 malam akhirnya si Entong baru kelihatan,berangkatlah kami berlima
dengan menelusuri ladang2 milik penduduk setempat.
(menu sarapan pagi)
Untuk ukuran Gunung Penanggungan saat ini sudah tidak sealami dulu lagi!itu dikarenakan banyaknya pohon2 yang ditebangi dan menjamurnya ladang2 di lerengnya membuat penanggungan menjadi agak gersang dan tandus!,bahkan kami berlima sempat salah jalan alias kesasar gara2 banyaknya jalur baru,yaitu jalur menuju keladang2penduduk setempat,tapi kami tidak panik dong..karena memang mendekati pagi jadi kami memutuskan untuk rehat sejenak dan akan membuat jalur baru di pagi harinya.
(Si Entong)
(Saya&Si Entong Buka jalur Trabasan)
Seusai sarapan pagi Ala kadarnya saya sama entongpun mencoba buka jalur trabasan baru yang bisa menghubungkan ke jalur utama atas petunjuk capten wimpy selaku ketua tim,Syukur alhamdulillah setelah beberapa lama jalur utamanyapun ketemu,tanpa membuang waktu kamipun berjalan lagi menuju puncak penanggungan.(Sekedar saran mungkin anda harus bawa Air sebanyak mungkin dari bawah,karena sepanjang jalur pendakian tidak ada sumber Air samasekali).
(Rehat sejenak di bawah pohon nan rindang..hehehe)
Setelah sampai pos terakhir akhirnya kami bertiga ika,entong dan saya terus menanjak sedangkan cap wimpy serta mas bolot menunggu disitu(sudah bosen muncak katanya!hehehe)sekitar tiga jam berjalan menelusuri ilalang dan padang sabana dengan kemiringan 60 derajat dengan jalur yang menanjak pol2lan(membuat nafasku ngos2san xixixi)Akhirnya kamipun sampai di poncak utama gunung penanggungan,untungnya saat itu cuacanya cerah banget jadi kami sempat foto2an dengan leluasa tanpa di kelilingi kabut.
(Si ika & Si entong)
(Pose dulu ah)
Puas foto2an kamipun turun kebawah dengan hati yang gembira,sempat hujan deras tapi reda kembali,tidak lupa kamipun mampir di sebuah sendang pemandian di sumbersuko situ.(Menuju sendang di sumbersuko,"Oi Mas Bolot lagi Nglihatin apaan tuh..?kikiki..)
Daah sekian dulu ya teman2 catatan kecilku kapan2 di sambung lagi,semoga catatan ini bisa sedikit memberi informasi serta inspirasi buat temen2 penggeliat alam bebas di manapun berada.Ar yo
(nampak di atas penanggungan di lihat dari jalan raya gempol pasuruan)
Saya sendiri sudah merasakan bagaimana tanjakkan gunung yang berada di wilayah kabupaten mojokerto dan pasuruan jawa timur ini,sebenarnya ada dua jalur umum yg bisa di lewati untuk sampai puncak utamanya yaitu jalur Tamiadjeng di trawas, jolotundo dan jalur sumbersuko di sebelah timur,memutuskan berangkat malam hari waktu itu kami cuma berlima yaitu Si ika,mas bolot,cap wimpy,dan saya sendiri sedangkan si Entong nyusul di belakang karena urusan kerjaan.
Dengan diiringi hujan deras plus petir kami berempat naik angkutan umum dan turun di kawasan industri pandaan,Di luar dugaanku teryata untuk sampai ke desa terahir sebelum kita masuk hutan penanggungan kami harus berjalan kaki dulu melewati pabrik2 serta beberapa desa yang jauhnya minta ampun!sempat istirahat lama karena nunggu si Entong di Mbok dawet sebuah warung di desa sumbersuko,setelah nunggu sampai jam 01,00 malam akhirnya si Entong baru kelihatan,berangkatlah kami berlima
dengan menelusuri ladang2 milik penduduk setempat.
(menu sarapan pagi)
Untuk ukuran Gunung Penanggungan saat ini sudah tidak sealami dulu lagi!itu dikarenakan banyaknya pohon2 yang ditebangi dan menjamurnya ladang2 di lerengnya membuat penanggungan menjadi agak gersang dan tandus!,bahkan kami berlima sempat salah jalan alias kesasar gara2 banyaknya jalur baru,yaitu jalur menuju keladang2penduduk setempat,tapi kami tidak panik dong..karena memang mendekati pagi jadi kami memutuskan untuk rehat sejenak dan akan membuat jalur baru di pagi harinya.
(Si Entong)
(Saya&Si Entong Buka jalur Trabasan)
Seusai sarapan pagi Ala kadarnya saya sama entongpun mencoba buka jalur trabasan baru yang bisa menghubungkan ke jalur utama atas petunjuk capten wimpy selaku ketua tim,Syukur alhamdulillah setelah beberapa lama jalur utamanyapun ketemu,tanpa membuang waktu kamipun berjalan lagi menuju puncak penanggungan.(Sekedar saran mungkin anda harus bawa Air sebanyak mungkin dari bawah,karena sepanjang jalur pendakian tidak ada sumber Air samasekali).
(Rehat sejenak di bawah pohon nan rindang..hehehe)
Setelah sampai pos terakhir akhirnya kami bertiga ika,entong dan saya terus menanjak sedangkan cap wimpy serta mas bolot menunggu disitu(sudah bosen muncak katanya!hehehe)sekitar tiga jam berjalan menelusuri ilalang dan padang sabana dengan kemiringan 60 derajat dengan jalur yang menanjak pol2lan(membuat nafasku ngos2san xixixi)Akhirnya kamipun sampai di poncak utama gunung penanggungan,untungnya saat itu cuacanya cerah banget jadi kami sempat foto2an dengan leluasa tanpa di kelilingi kabut.
(Si ika & Si entong)
(Pose dulu ah)
Puas foto2an kamipun turun kebawah dengan hati yang gembira,sempat hujan deras tapi reda kembali,tidak lupa kamipun mampir di sebuah sendang pemandian di sumbersuko situ.(Menuju sendang di sumbersuko,"Oi Mas Bolot lagi Nglihatin apaan tuh..?kikiki..)
Daah sekian dulu ya teman2 catatan kecilku kapan2 di sambung lagi,semoga catatan ini bisa sedikit memberi informasi serta inspirasi buat temen2 penggeliat alam bebas di manapun berada.Ar yo
Langganan:
Postingan (Atom)


































